Better Water, Better Jobs.

Water Day

Kita bisa mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah air sebagai bagian dari upaya
untuk mewujudkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.” – Sekretaris Jenderal Ban Ki-
moon.
Air adalah salah satu unsur  terpenting dari kehidupan, karena kenyataannya fungsi air lebih dari sekedar untuk memuaskan dahaga maupun memelihara kesehatan. Air adalah hal yang sangat vital untuk menciptakan lapangan kerja dan mendukung pembangunan ekonomi, sosial, dan kemajuan kehidupan manusia. Sebuah hal vital bagi mahluk hidup karena semua kegiatan yang dilakukan di muka bumi ini membutuhkan air. Kebutuhan air semakin tinggi dengan meningkatnya jumlah penduduk dan maraknya pembangunan. Di saat kebutuhan air semakin meningkat, jumlah daerah resapan air saat ini justru semakin berkurang akibat pembangunan. Gedung-gedung pencakar langit yang mewah. Jika kondisi ini tidak dicermati dan ditangani, maka kondisi seperti ini dapat membawa bencana besar seperti  banjir bahkan kelangkaan air bersih.

Air memang masih menyisakan berbagai masalah yang pelik di Indonesia. Padahal dengan rata-rata curah hujan yang mencapai 2.779 milimeter pertahun, Indonesia seharusnya mampu menjadi Negara yang kaya akan air. Sayangnya, 66% dari air hujan tersebut justru berubah menjadi bencana (banjir dan tanah longsor) yang menyengsarakan rakyat dan saat kemarau tiba, Negara kaya air ini pun kekurangan air. Bahkan di berbagai kota, permasalahan air telah menghantui setiap orang akibat ketersediaan air bersih yang semakin mahal dan langka serta pencemaran air yang semakin berat. Sebuah ironi.. Hari Air Sedunia atau World Water Day merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup tingkat internasional yang diperingati pada tanggal 22 Maret di seluruh dunia setiap tahun di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tujuannya sebagai kampanye akan peran penting air bagi kehidupan serta mengajak masyarakat dunia untuk turut serta melindungi pengelolaan sumber daya air. Pelaksanaan Hari Air Sedunia dikoordinir oleh UN-Water, badan antar lembaga PBB. Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992. Pada sidang yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992 tersebut, disepakati untuk menyelenggarakan peringatan Hari Air Sedunia yang akan digelar pertama kali pada 22 Maret 1993. Sejak itu Hari Air Sedunia diperingati setiap tahun.

Hari Air Sedunia dirayakan di seluruh dunia dengan mengadakan berbagai acara dan kegiatan seperti seni visual, perayaan teater dan musik air, kunjungan ke kolam, danau, sungai dan waduk, simposium di tingkat lokal, nasional dan internasional atas pengelolaan dan keselamatan air, pesan di distribusikan melalui saluran TV dan radio atau internet, kegiatan pendidikan berdasarkan  pentingnya air dan konservatif langkah bersih, kompetisi dan begitu banyak kegiatan.

Seperti pada perayaan tahun-tahun sebelumnya, tema dan logo Hari Air Sedunia (World Water Day) yang diangkat akan menjadi fokus utama kampanye akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.  “Water and Jobs” diangkat sebagai tema World Water Day 2016 mengingat hampir setengah dari pekerja di dunia (1,5 miliar orang) bekerja di sektor yang terkait dengan air bahkan bisa dikatakan hampir semua pekerjaan tergantung pada air. Namun faktanya, jutaan orang yang bekerja tersebut tidak terpenuhi hak-haknya dengan baik. Oleh karena itu, World Water Day mengambil tema “Water and Jobs” untuk menyuarakan suara para pekerja di bidang perairan yang tidak terlindungi dari hak pekerja. Tema itu juga berusaha mengingatkan bahwa kualitas dan kuantitas air dapat mengubah kehidupan pekerja dan semangat mereka, bahkan mengubah
lingkungan dan perekonomian Untuk itu, diperlukan kesadaran semua pihak akan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas air dalam menunjang kehidupan di muka bumi ini. Dan itu harus segera kita buktikan dalam aksi nyata mulai saat ini. Kita tidak perlu memaksakan diri untuk mendatangi daerah-
daerah yang kesulitan memperoleh air bersih apabila tidak memungkinkan. Kita bisa turut berpartisipasi dengan menjadi teladan bagi masyarakat di sekitar kita, baik teman sebaya, rekan kerja, serta keluarga, untuk lebih menghargai air bersih. Hemat dalam penggunaan air, mematikan keran dengan rapat, atau tidak membuang sampah sembarangan ke sungai merupakan hal kecil yang bisa kita lakukan. Apabila banyak orang mengikutinya, tentu akan berdampak luar biasa.

“One little thing done by millions of people is not little.”
Selamat Hari Air 2016 dan selamat bertindak nyata untuk air masa depan. (DPMG)

Poster : TIK ISMKI Wilayah 4