Serba Serbi Lebaran

image

Tiada gading yang tak retak
Keruhnya air karena ia tak mengalir
Setiap insan memiliki kekurangan beserta kesalahan
Mari saling memaafkan dan biarkan semua dilalui dengan ikhlas

Kami Keluarga Besar Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) mengucapkan:
تقبل الله منا و منكم كل عام و أنتم بخير من العائدين و الفائزين
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

image

Idul Fitri. Bermacam-macam hal yang muncul di pikiran kita ketika mendengar kata-kata itu. Ya, Idul Fitri atau Lebaran berhubungan erat dengan berbagai hal yang tampaknya sudah membumi bagi yang merayakannya. Idul Fitri sejatinya merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setiap tahunnya dan menandakan bulan Ramadhan yang penuh rahmat telah berakhir. Layaknya hari raya keagamaan lainnya, lebaran tidak hanya dihayati sebagai ritual keagamaan saja, namun juga melekat berbagai macam budaya sesuai dengan keadaan umat Islam di tempat tersebut, tak terkecuali orang Indonesia dengan Islam sebagai agama terbesar. Tentu saja menarik membahas tradisi yang sering kita jumpai saat lebaran.  Yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Mudik

Mudik alias ‘Mulih Dhisik” merupakan kegiatan “wajib” yang selalu ada saat hari raya di mana para perantau pulang ke kampung halamannya untuk berkumpul bersama keluarga besar. Kegiatan yang sudah mendarah daging ini dilakukan dengan berbagai sarana transportasi, mulai dari angkutan umum hingga pribadi, dari darat hingga udara. Dengan alasan kangen orang tua hingga alasan ingin melihat kampung halaman, mudik menjadi kegiatan rutin yang terjadi saat hari raya.

2. Ketupat

Siapa yang tak kenal makanan satu ini? Berbahan dasar beras yang dimasak di dalam daun kelapa yang dianyam, ketupat biasanya disajikan dengan berbagai macam masakan bergantung daerahnya. Bisa sate, opor, soto, kupat tahu dan masih banyak lagi. Ketupat sendiri memiliki filosofi yang berhubungan dengan hari raya. Konon katanya, ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga sebagai makanan saat lebaran, tentunya sarat akan makna. Kerumitan anyaman daun kelapa menggambarkan kesalahan yang diperbuat manusia, sedangkan isi ketupat yang putih menandakan tujuan yang dicapai setelah melewati penggemblengan bulan Ramadhan.

3. Sungkeman

Mungkin hampir semua dari kita melakukannya saat lebaran. Biasanya dilakukan sehabis sholat Id. Berlutut dan meminta maaf kepada yang lebih tua, utamanya orang tua merupakan hal yang biasa kita jumpai. Dimulai dari yang paling tua di keluarga kemudian berurutan ke yang lebih muda. Sungkeman juga salah satu alasan orang Indonesia untuk mudik karena biasanya pada momen lebaran keluarga besar akan berkumpul dan dijadikan ajang jumpa kangen dan saling meminta maaf.

4. Kue hari raya

Saling mengunjungi antar tetangga, kerabat maupun teman saat lebaran juga memunculkan tradisi menyediakan suguhan kue lebaran pada tetamu. Beraneka ragam jenisnya bergantung daerah hingga tiap daerah mempunyai kue khas yang bisa dijumpai di rumah-rumah. Tidak melulu kue buatan rumah, olahan pabrik juga turut menghiasi dunia “perkuelebaranan”. Tentu saja ini menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu, terutama anak-anak.

5. Baju baru

Tidak lengkap rasanya jika berhari raya tanpa baju baru. Entah siapa yang pertama kali mencetuskan tradisi ini. Kini orang berlomba-lomba mengenakan pakaian baru saat hari raya. Tentu saja bukan tradisi yang wajib diikuti, apalagi jika memberatkan bagi kita.

Masih banyak lagi tradisi yang dapat kita jumpai saat lebaran. Terlepas dari itu semua, baiknya kita tetap ingat akan tujuan utama dari Hari Raya Idul Fitri. Semoga gemblengan Ramadhan mebekas di hati kita dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi luar terutama dalamnya.

Seperti air yang mengalir deras, kiranya ilalang dengki sudah tertebas

Seperti daun yang gugur, kiranya dosa-dosa menjadi lebur

Mekar bersemi pribadi baru, berharap takkan layu menjadi abu

Taqobalallahu minna wa minkum,

 

ISMKI 2015
#Sabang Merauke
(FIT)

Leave a Reply