IA : Pejuang Internasionalisasi

IA

Dewasa ini, hubungan dengan dunia internasional menjadi sangat penting ketika pergerakan tidak hanya sebatas nasional saja, namun juga memerlukan apresiasi dari luar. Mahasiswa kedokteran dunia sendiri memiliki organisasi yaitu IFMSA yang memiliki anggota di banyak negara di seluruh dunia. Sebagai organisasi yang menaungi mahasiswa kedokteran di Indonesia, ISMKI membutuhkan jalur koordinasi untuk berhubungan dengan dunia internasional, terutama IFMSA dan WHO sebagai organisasi kesehatan. Koordinasi itu kemudian dijalankan oleh sebuah bidang yang mengurusi urusan dengan luar negeri, yaitu International Affair (IA).

IA bertanggung jawab untuk menjalankan relasi dengan organisasi internasional dan mengurus segala kegiatan luar negeri. Visi IA ialah revitalisasi peran ISMKI dalam memperkuat relasi hubungan agar tidak hanya mengakar di nasional saja namun juga bersuara di dunia internasional. Visi ini diwujudkan dengan misi-misi IA, antara lain membangun hubungan bilateral dengan institusi dan organisasi berskala internasional yang dapat menampung minat dan bakat mahasiswa kedokteran. IA atau yang dikenal dengan Hublu juga memperkuat hubungan dengan organisasi mahasiswa kedokteran sejenis serta membangun struktur internal dalam rangka internasionalisasi ISMKI.

Cita-cita internasionalisasi ini diwujudkan dengan beberapa proker andalan IA. Apa saja?

  • MSGA (Medical Student Goes Abroad)

Program kerja IA ini merupakan wujud dari kerjasama ISMKI dengan AIESEC (Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales), suatu organisasi internasional untuk para pemuda dalam mengembangkan kemampuannya, terutama potensi kepemimpinan pemuda. Bentuk dari proker ini adalah program pertukaran (exchange) untuk mahasiswa kedokteran di bidang health, social dan education. Tujuan dibentuknya program ini adalah untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa kedokteran di seluruh wilayah Indonesia yang ingin merasakan pengalaman di negara lain, mulai dari kultur, adat istiadat, kuliner sampai dengan memberikat kontribusi di bidang yang telah disebutkan sebelumnya.

  • NMSEP (National Medical Student Exchange Programme)

Jika MSGA menawarkan pertukaran luar negeri, maka NMSEP menawarkan pertukaran mahasiswa lingkup nasional. Yak, nantinya mahasiswa kedokteran bisa merasakan perkuliahan di kampus kedokteran lain tempat destinasi pertukaran. Lewat NMSEP, mahasiswa kedokteran selain dapat merasakan perkulian di kampus kedokteran lain, juga merasakan kekayaan kultur dan budaya masyarakat Indonesia. Tidak kalah penting, ajang ini juga dijadikan sebagai studi banding dan evaluasi untuk senat/BEM FK kedua belah pihak dengan berbagi pengalaman masing-masing.

Perjuangan IA dalam mendukung internasionalisasi ISMKI tentu tidak akan sia-sia dengan dukungan seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia dengan harapan untuk kesehatan Indonesia yang lebih baik. Adapun semangat IA ini terpatri dalam tagline yang diusungnya, “Revitalisasi Masif”.

MSGA dan NMSEP sudah di depan mata, tertarik mengikuti? (FIT)