Hari Lansia: It’s Our Turn to Give a Little Thanks to Them

Sebelum membaca tulisan ini, coba ingatlah saat-saat kau masih belajar membaca, siapa yang dengan sabar selalu menemanimu, mempelajari tiap-tiap huruf dengan kasih sayang, kalau bukan orang tuamu?

Ini saatnya kita membalas jasa mereka

“NOW IT IS OUR TURN!”

Kepada pada para anakku, cucu-cucuku, tidak besar permintaanku yang sudah sepuh ini kepada kepada kalian, Hanya satu hal saja, perlakukanlah aku sebagaimana kalian ingin diperlakukan sewaktu tua nanti.

Setiap tahunnya, pada tanggal 29 Mei, sebagai wujud kepedulian dan penghargaan terhadap orang yang telah berusia lanjut, pemerintah telah menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (Hari Lansia). Namun, sudahkah kita tahu cara-cara memperlakukan orang-orang usia lanjut dengan benar? Mengapa rasanya seperti mereka kembali menjadi anak kecil lagi?

Yuk kita kaji bersama !

Siapa saja yang termasuk dalam golongan Lansia ?

Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, Lansia adalah orang yang telah berusia 60 tahun ke atas. Namun gejalanya sudah mulai terlihat saat memasuki usia 50 tahun.

Memahami kondisi Psikologi Lansia

Saat seseorang mulai memasuki usia lanjut, banyak kecemasan yang sebenarnya mereka pikirkan, namun kebanyakan dari mereka memendam hal tersebut karena merasa malu untuk membicarakannya. Umumnya ada 3 permasalahan psikologi yang di alami lansia, yaitu:

  1. Gangguan Depresi

Hal yang paling sering terjadi adalah ketakutannya akan masa depan, bayangkan pada saat Anda muda, Anda terbiasa melakukan suatu rutinitas atau pekerjaan, kini Anda tidak dapat lagi melakukan hal tersebut yang disebabkan oleh penurunan fisik dan daya tahan tubuh. Hal ini membuat lansia merasa dirinya sudah tidak berguna lagi, disertai turunnya kepercayaan diri dan perasaan mudah tersinggung. Sehingga sering ditemukan lansia yang memaksakan diri untuk melakukan suatu pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, hanya untuk menaikan kepercayaan diri dan menegaskan bahwa dirinya masih berguna.

  1. Gangguan Kecemasan

Kecamasan yang umumnya dihadapi oleh lansia berupa takut akan ditinggalkan oleh orang terdekat. Perasaan ini bisa muncul karena biasanya orang terdekat mulai memiliki kesibukan di kehidupannya masing-masing dan juga kebanyakan dari mereka merasa bahwa mengurus lansia adalah suatu hal yang menyusahkan. Padahal di fase seperti ini yang dibutuhkan para lansia sebenarnya hanyalah perhatian-perhatian kecil, berupa kabar dan juga mungkin sebuah kunjungan di akhir pekan. Percayalah sebenarnya tidak ada seorang lansia yang sengaja ingin merepotkan kita, mereka hanya takut akan di lupakan dan ditinggalkan oleh orang-orang yang mereka sayang.

  1. Gangguan Ingatan

Gangguan pengingatan atau yang biasa kita sebut pikun, sangat sering kita jumpai pada seseorang yang sudah di kategorikan lansia dan masyarakat kita beranggapan bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar, persepsi inilah yang harus dihilangkan, karena sebenarnya pikun bukanlah hal yang normal dalam proses penuaan.

Demensia adalah istilah medis untuk pikun, yang menggambarkan penyakit dengan gejala – gejala sebagai berikut :

  • Daya ingat dan kemampuan komunikasi atau bahasa yang menurun drastis.
  • Gangguan dalam menilai dan berargumen.
  • Disorientasi dan perubahan tingkah laku.
  • Gangguan dalam persepsi visual.
  • Mengalami kesulitan untuk fokus dan memberikan perhatian.

 

Sebenarnya penyakit ini dapat menyerang siapa saja, bahkan seseorang di usia muda, namun dikarenakan faktor fisik yang menurun dan penggunaan fungsi otak yang tidak sesering diwaktu muda, membuat para lansia lebih rentan terhadap penyakit ini. Memiliki demensia sangat tidak menyenangkan, hal ini cukup membuat frustasi dan membuat para lansia sering kehilangan semangatnya

Oleh karena itu, peranan kita disini sangatlah penting, jika sudah muncul gejala – gejala seperti di atas, bawalah para orang tua atau lansia yang kita kenali kepada ahli tenaga medis. Memang untuk saat ini belum ditemukan cara atau obat untuk mengembalikan seperti keadaan normal untuk para pengidap demensia, namun kita dapat mencegah supaya efek yang ditimbulkan tidak semakin parah.

Apa yang dapat kita lakukan?

            Sebenarnya hal yang dapat kita lakukan mungkin berbeda–beda pada setiap orangnya, hal ini disebabkan oleh karakter, sifat, dan kedekatan kita pada seorang lansia itu sendiri, namun ditinjau dari 3 permasalahan umum yang sering dihadapi lansia, yang dapat kita lakukan adalah:

  1. Pada gangguan depresi

Ajaklah lansia tersebut untuk turut serta berpartisipasi dalam melakukan suatu kegiatan, tidak harus yang berat–berat kok! Bisa berupa memberikan ajakan pada saat membuat masakan, bersih–bersih di sekitaran rumah, atau mungkin bisa berupa menanyakan opininya pada permasalahan yang Anda hadapi di pekerjaan atau bangku perkuliahan. Dengan begini, kita menegaskan bahwa sebenarnya mereka masih sangat dibutuhkan dan menjadi bukan berarti tidak produktif.

  1. Pada gangguan kecemasan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kesepian adalah musuh utama para lansia. Tidak dipungkiri lagi merasa kesepian cukup membuat frustasi bagi beberapa orang, dan bahayanya, jika tidak cepat tertangani akan dapat mengakibatkan depresi yang berkepanjangan.

Kita dapat melakukan hal yang sebenarnya cukup simple kok, ajaklah lansia untuk berjalan–jalan di akhir pekan, mungkin bisa membawanya ke tempat – tempat yang dahulu sering dikunjungi bersama dengan Anda, nostalgia masa muda adalah sesuatu hal yang sangat membahagiakan serta mengharukan buat para lansia loh!

Untuk yang berada diluar kota ketahuilah, sebenarnya lansia sangat memahami dan menghargai kesibukan Anda, dirinya mengerti bahwa anaknya memiliki suatu cita-cita untuk diraih, para lansia hanya berharap, dalam cita–cita anaknya yang sangat besar itu terdapat dirinya di dalamnya. Jika Anda terlalu sibuk dan tidak sempat untuk pulang, kirimilah kabar melalui telepon atau pesan singkat, ceritakanlah bagaimana hari–hari di perantauan dan juga jangan lupa untuk mengatakan bahwa Anda merindukannya.

Kedua hal tersebut sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan, selalu ada jalan untuk sesuatu permasalahan jika kita bersungguh–sungguh ingin melakukannya, seperti bagaimana para orang tua kita yang dahulu tidak pernah letih terbangun tengah malam karena tangisan kita, hanya untuk menyusui atau bahkan menggantikan popok, bahkan beliau selalu tersenyum dalam letihnya.

Terkadang para lansia mungkin akan ngambek bila kita sudah lama tidak memberikan kabar, namun mengertilah sebenarnya itu karena dirinya takut dilupakan dan ingin kita untuk lebih sering mengabarinya, bahkan mungkin disaat sudah tua seperti ini pun rasa sayang dan takut akan kehilangan lebih besar dimiliki para lansia kepada Anda, daripada Anda kepada lansia tersebut.

  1. Pada gangguan pengingatan

Sangat disayangkan, sampai saat ini belum ditemukan cara ataupun obat untuk mengembalikan fungsi otak untuk mengingat kembali seperti semula. Namun masih ada hal yang dapat kita lakukan agar akibat yang ditimbulkan tidak semakin parah.

Jika memang sudah mengidap Demensia, hal yang sangat perlu diperhatikan adalah, jangan membuat lansia untuk terlalu banyak mempelajari hal baru, ini justru akan mengakibatkan ingatan yang sudah lama pada lansia tersebut akan hilang.

Bersabarlah, sabar menjadi kunci utama dalam penanganan kasus Demensia, mungkin lansia tersebut tidak akan mengingat nama Anda atau lupa berterimakasih atas bantuan yang Anda berikan, namun hal tersebut bukan karena lansia tersebut sengaja, melaikan karena pada kasus Demensia seorang lansia akan sangat cepat sekali lupa mengenai suatu hal yang ingin mereka lakukan.

 

Ada beberapa hal yang perlu dijaga agar lansia tersebut terhindar dari Demensia, yaitu:

  1. Melatih kemampuan otak

Latihan kemampuan otak sangat baik untuk mencegah Demensia, hal ini bisa dilakukan misalnya dengan bermain permainan sudoku, catur dan sebagainya.

  1. Menjaga pola makan yang sehat

Diet sehat, buah–buahan, sayuran dan memakan makanan yang mengandung omega 3, dapat menurunkan resiko terkena Demensia.

  1. Hindari konsumsi minuman Alkohol dan Rokok

Minuman beralkohol dan rokok dapat menghambat peredaran darah ke otak, hal ini sering sekali berujung pada Demensia, ketika memasuki umur lansia.

Penutup

Sebenarnya hal terpenting yang kita butuhkan dalam merawat lansia adalah pemahaman. Ya! Memahami alasan dibalik perilaku lansia sangatlah penting, karena kita mungkin tidak mengetahui alasan mengapa para lansia melakukan sesuatu hal, mungkin bisa jadi hal tersebut untuk meningkatkan kembali semangatnya, atau bahkan mungkin hanya untuk membuatnya tidak merasa kesepian, karena seperti kata pepatah:

You never know what goes on behind the closed door.

Akhir kata, sayangi lah para lansia, karena kelak kita akan menjadi seperti mereka juga, pada akhirnya yang membuat kita bahagia bukanlah harta maupun tahta, melaikan kasih sayang dan perhatian dari orang  rang yang kita sayangi

Selamat Hari Lanjut Usia Nasional.

 

            Surakarta, 29 Mei 2015

Salam cinta dan perubahan!

Health Policy Studies, ISMKI Wilayah 3

Leave a Reply