JAKARTA, KOMPAS — Para peserta program pemahiran dan pemandirian (internship) dokter, yang menurut rencana diberangkatkan Oktober dan November 2015, dipastikan berangkat sesuai dengan jadwal. Hal itu karena wahana dan anggaran program tersebut sudah siap.

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Usman Sumantri menegaskan itu saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (30/6).

Pada 2014, target program internshipsebanyak 6.000 dokter. Dari jumlah itu, hanya tercapai 4.700 dokter. Hal tersebut karena 1.300 dokter terkendala keterlambatan penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) internship.

Hal itu mengakibatkan 1.300 dokter yang seharusnya berangkat pada 2014 baru bisa berangkat Februari 2015. Sebagai dampaknya, jadwal keberangkatan peserta internship angkatan berikut menjadi mundur. Pemerintah mendahulukan mereka yang harusnya berangkat tahun lalu.

Hal itu juga berdampak pada terserapnya anggaran program tersebut pada 2015 di awal tahun ini. Jadi, keberangkatan peserta yang dijadwalkan Mei-Juni 2015 menjadi tertunda.

Tahun ini, dari target peserta internshipdokter 6.500 orang, sekitar 2.700 dokter sudah diberangkatkan pada periode I (Februari 2015) dan 1.720 orang periode II (Mei 2015). Peserta yang akan diberangkatkan Oktober ada 504 orang dan November sebanyak 2.468 orang.

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran disebutkan, program internship ialah kelanjutan program profesi dokter. Itu konsekuensi kurikulum kedokteran berbasis kompetensi. Jadi, peserta akan dibimbing dokter pembimbing di fasilitas kesehatan (wahana) selama setahun sebelum berpraktik di masyarakat.

Program pemahiran dan pemandirian digelar secara nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, asosiasi institusi pendidikan kedokteran, asosiasi rumah sakit pendidikan, organisasi profesi, dan Konsil Kedokteran Indonesia.

Putri Ayu Helni, peserta program pemahirandokter, menyatakan, ia dijadwalkan berangkat November 2015. Namun, informasi keberangkatannya tak jelas karena ada penumpukan peserta melebihi wahana yang ada. Itu berarti ia terancam menunggu berbulan-bulan lagi.

Peserta lain, Wendi Nurfandi, mengaku khawatir jika kabar anggaran internship2015 telah habis itu benar. Itu berarti ia yang seharusnya berangkat November 2015 harus menanti lebih lama. “Saya menunggu sejak Maret 2015. Masyarakat pun menunggu distribusi tenaga kesehatan,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Poundra Adhisatya menyampaikan, hal paling utama bagi dokter ialah kejelasan keberangkatan peserta pemahiran. Seusai bertemu Komisi IX DPR dan PB Ikatan Dokter Indonesia pekan ini, ISMKI akan berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan BPPSDM Kesehatan.

Source: http://print.kompas.com/baca/2015/07/01/Keberangkatan-Peserta-Pemahiran-Dokter-Sesuai-Jadw

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *