Pada tanggal 2 Maret 2015, delegasi ISMKI tiba di Antalya untuk kegiatan March Meeting. Kegiatan hari pertama berupa opening yang disediakan oleh pihak OC dengan menampilkan orchestra yang sangat menarik. Sco-session merupakan kegiatan pada keesokan harinya, salah satunya adalah dari SCORE (Standing Committee on Research Exchange). Pada sesi ini, international team memaparkan mengenai perkembangan kerja mereka sejauh ini. Lalu ada games mengenai sudah sejauh mana kamu tahu tentang IFMSA dan yang terakhir adalah training. Ada beberapa training yang disediakan, salah satunya adalah mengenai “how to be a LORE (Local Officer on Research Exchange)”.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang. Setelah makan siang, ada NMO hour, dan pada sesi ini semua delegasi dari Indonesia kembali berkumpul. Kemudian dilanjutkan dengan regional session yang merupakan sesi di mana masing-masing regio berkumpul. Indonesia termasuk ke dalam regio Asia-Pasifik bersama-sama dengan China, Taiwan, Jepang, Kazakhstan, Singapore, Nepal, Korea, dll. Pada sesi ini terdapat permainan yang ditujukan untuk saling mengakrabkan, juga terdapat sesi training termasuk mengenai bagaimana cara memaksimalkan penggunaan social media dengan maksimal (terutama Facebook dan Twitter).

Setelah regional session, dilanjutkan dengan makan malam dan theme event. Theme event ini berisi presentasi dari pembicara-pembicara dengan topik humanitarian, disaster risk management dan MSF. Kemudian acara berlanjut ke social programme (yang dimaksud program di sini adalah pesta) namun delegasi kami berhalangan hadir karena adanya evaluasi. Bentuk social programme sendiri tidak selalu berupa pesta, ada juga cultural night, national food and drink party, dan farewell party.

Hari kedua diisi lagi dengan Sco-session yang mengangkat topik mengenai peraturan-peraturan SCORE dan terus berlanjut hingga hari terakhir. Sesi ini membingungkan karena tidak adanya file yang berhubungan dengan aturan tersebut sehingga tidak dapat dipelajari. Sesi berikutnya diisi dengan Plenary session yang berisi pemaparan dari calon presiden dan calon wakil IFMSA. Saya mengamati adanya perbedaan antara MM dan IMSS. Misalkan pada pembahasan by laws, terdapat aturan bahwa pendapat hanya dapat diberikan 15 hari sebelum pembahasan, jika tidak maka pendapat tidak akan dibahas (termasuk opini perubahan redaksional sekalipun). Pun yang diutamakan pada plenary session adalah pertarungan ide, bukan hal lainnya dalam upaya membangun politik yang sehat sehingga ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sistem sidang di IFMSA.

Acara dilanjutkan dengan theme event mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) yang dibawakan oleh dr. Akihito Watanabe. Beliau merupakan alumni dari IFMSA periode 2004-2005. Dulunya beliau pernah menjabat sebagai Regional Assistance (RA) SCOPH Asia-Pasifik dan sekarang bekerja untuk kementerian Jepang.

Banyak pelajaran yang bisa saya pelajari dari kegiatan GA, antara lain sistem mereka ketika sidang dan bidang meeting. Pada saat meeting bidang, mereka sebelumnya memberikan survival kit yang berisikan agenda yang akan dibahas. Selain itu, selama di sana semua peserta sangat menghargai waktu dan disiplin. Sesi yang tidak selesai akan dilanjutkan di luar agenda terakhir. OC juga tidak ada yang membangunkan peserta karena keikutsertaan peserta dikembalikan pada pilihan masing-masing. 

Setelah General Assembly (GA) berakhir, acara post-GA diadakan secara optional. Selama acara ini, kami jalan-jalan dengan delegasi dari negara lain walaupun tidak semuanya dapat turut serta. Kebetulan delegasi dari ISMKI ikut secara keseluruhan dan dari CIMSA ikut pula presidennya (Aditya Bagus). Hari  pertama post-GA kami menempuh perjalanan dari Antalya ke Cappadocia sekitar 8 jam. Waktu Subuh telah tiba ketika kami memasuki Cappadocia sehingga kami pun beristirahat dan bangun jam 10 pagi untuk berkeliling kota. Kami melihat peninggalan bersejarah dan diperkenalkan mengenai sejarah manusia yang hidup nomaden pada saat itu. Kemudian kami mengunjungi tempat pembuatan batu onyx, pembuatan guci dari tanah liat, dan berbelanja buah tangan. Keesokan paginya kami naik balon udara dan menikmati pemandangan spektakuler dari atas lalu perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi goa dan alun-alun kota untuk berbelanja. Pada hari terakhir kami pergi ke valley dan kemudian pulang. Selama acara post-GA ini berlangsung, saya pribadi berkenalan dengan banyak delegasi dari negara lain diantaranya delegasi dari Singapore dan Thailand.

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *