Pagi yang cerah mengawali aktivitas mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya di Malang. Tak lain tak bukan untuk mempersiapkan perhelatan akbar di mana berkumpulnya wakil mahasiswa kedokteran dari seluruh penjuru tanah air. Yap, 3rd Indonesian Medical Student Summit (IMSS) 2015 kali ini diadakan di kota Malang tepatnya di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Setiap institusi mahasiswa kedokteran di Indonesia mengutus wakilnya untuk ambil bagian dalam perhelatan ini. Tiap delegasi yang diutus institusinya menempuh bermacam bentuk transportasi, mulai dari perjalanan udara yang dilanjutkan perjalanan darat, ada yang menggunakan kereta api, bus bahkan sekadar dijemput oleh LO mereka –khusus anak Malang.

Rutinitas dimulai hari itu juga tanggal 5 Februari 2015 diawali dengan pembukaan di gedung Rektorat UB pukul 13.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Badan Analisis dan Penelitian Ilmiah Nasional (BAPIN) dan Badan Pers Nasional (BPN) di area fakultas kedokteran UB. Tentu saja beberapa delegasi tidak sempat lagi mandi, hanya berganti pakaian saja. Musyawarah berlangsung seru dan cepat ‘memanas’, menandakan antusiasme delegasi yang menginginkan Indonesia yang lebih baik lagi. Diselingi ishoma 1 jam, musyawarah belum juga selesai hingga pukul 23.00 WIB sehingga panitia memutuskan untuk melanjutkan musyawarah dengan perwakilan tiap institusi hanya 1 orang dan sisanya melanjutkan istirahat malam.

Hari kedua tidak kalah seru. Pembahasan mengenai dasar hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) ISMKI berjalan seru sehingga memakan waktu cukup lama. Namun, itu belum seberapa karena setelah itu dimulai sesi KPU yang menampilkan 2 casekjenter ISMKI 2015/2016. Keadaan semakin memanas, pihak pendukung membangun kekuatan masing-masing. Kedua calon menampilkan program yang bagus. Maka terjadilah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ISMKI. Kedua calon mendapat suara seri yaitu 27-27 dengan suara tidak sah 1. Ini terjadi setelah musyawarah dan lobi berulang kali. Jam menunjukkan pukul 04.00 WIB ketika para delegasi melihat dengan mata lelah hasil voting pertama. Sholat shubuh menyelingi pemilihan sekjenter ini dan segera setelahnya dilakukan pemilihan ulang. Setelah musyawarah dan lobi yang berlangsung sangat alot, KPU memutuskan voting kembali. Kali ini, dengan suasana yang juga mendebarkan, voting menghasilkan keputusan baru. Terpilihlah Sekjenter ISMKI 2015/2016 yaitu Yoga Mirza Pratama dari Univ. Bengkulu.

Walaupun bergadang semalaman, Munas tetap dilanjutkan hari ketiga setelah istirahat beberapa jam. Bahasan rekomendasi Munas berakhir dan akhirnya dilakukan pelantikan Pengurus Harian Nasional ISMKI 2015/2016. Awal pergerakan baru kembali tiba. Sesi selanjutnya, presbem FK se Indonesia melakukan konsolidasi sementara delegasi lain mengikuti sesi bidang ISMKI. Hingga malam menjelang, sesi rapat presbem belum juga selesai. Setelah beberapa lama, akhirnya acara dilanjutkan dengan malam keakraban ISMKI, BPN dan BAPIN. Hari ini suasana tidak terlalu tegang. Kami para delegasi pun bisa menikmati kasur kembali setelah semalaman begadang.

Hari keempat IMSS 2015 merupakan training session dan diskusi panel dengan tema “Roadmap Menuju Indonesia Sehat”. Acara ini diisi dengan narasumber yang mumpuni di bidangnya, juga menampilkan beberapa tokoh sukses yang mendapatkan penghargaan selaku kebijakannya sebagai stakeholder di suatu tempat. Tentu setelah ‘perdebatan’ panjang dengan tujuan utama untuk kemajuan Indonesia yang lebih sehat, para delegasi perlu juga medapatkan suntikan semangat dan contoh nyata yang menginspirasi pergerakan mereka. Selain itu juga, berbagai fakta dan pengetahuan yang sesuai dan akurat tentu sangat dibutuhkan dalam aksi nyata kedepannya.

Tidak terasa, IMSS 2015 hampir berakhir. Malam itu juga, gala dinner dilaksanakan. Kali ini, para peserta disuguhi suasana santai kekeluargaan dengan berbagai hiburan yang menarik. Kami merasa takjub dengan konsep yang apik untuk gala dinner ini. Selain hiburan panggung yang menampilkan aksi memukau, makanan yang disediakan juga memuaskan selera. Namun, yang paling diminati tampaknya adalah photobooth yang disediakan panitia. Segera setelah menghabiskan makan malam, peserta IMSS langsung mengerubungi stand photobooth yang juga menyediakan cetak foto gratis.

Namun, ternyata keceriaan dan keseruan belum berakhir. Jam 22.00 Wib setelah gala dinner, para delegasi kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan 3 bus. Kemana? Ternyata ke Gunung Bromo. Di bawah instruksi panitia, perjalanan berlangsung tertib, hingga kemudian bus berhenti dan perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan mobil sejenis Jeep. Tentu saja diwarnai oleh para pedagang yang menawarkan, sarung tangan, topi hangat serta syal yang sejak itu akan terus kami jumpai hingga pulang dari Bromo. Sekitar pukul 04.00 WIB, delegasi sampai di kawasan Gunung Bromo. Kami diarahkan naik ke tempat yang lebih tinggi untuk melihat sunrise. Namun, ternyata kami harus menunggu hingga pukul 05.30 WIb untuk melihat sunrise. Akhirnya waktu kosong diisi dengan berkumpul, makan atau minum yang hangat, serta sholat Shubuh bagi yang Muslim di pagi yang dingin.

Ternyata penantian kami tidak sia-sia. Kami akhirnya disuguhi pemandangan matahari terbit yang indah. Segera saja semua peserta sibuk berfoto. Namun, belum selesai sampai di situ, ketika matahari mulai terang, kami dibawa menuju padang pasir yang mengelilingi kawah Bromo. Tepat pukul 06.10 WIB, panitia memperbolehkan peserta untuk berjalan menuju kawah. Sebagian peserta kemudian berjalan kaki sejauh 3,5 km menuju kawah tersebut. Sebagian lagi, memilih menunggangi kuda yang ditawarkan oleh penduduk setempat dengan harga sekitar Rp50.000,00. Saat itu, kabut masih menyelimuti kami. Ternyata berjalan kaki memberikan tantangan dan sensasi tersendiri. Lelah setelah berjalan jauh, kami masih harus menaiki tangga menuju tepi kawah Bromo yang konon katanya berjumlah 250 anak tangga. Kelelahan yang memaksa kami untuk beberapa kali berhenti sejenak itu terbayar setelah sampai di atas. Pemandangan yang jauh lebih menarik segera menutupi rasa capek dan tiada henti-hentinya bersyukur melihat pemandangan ciptaan Allah yang mengagumkan. Pukul 07.00 WIB kami dihimbau untuk turun dan menuju Jeep masing-masing. Namun, panitia agak kerepotan mengatur beberapa delegasi yang sedikit berlama-lama turun. Akhirnya kami pulang dan kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan bus. Pukul 11.00 WIB lewat sedikit kami sampai di hotel. Setelah memeriksa barang bawaan, kami pun segera check out dan kemudian pulang ke tempat masing-masing dengan didampingi LO dari panitia IMSS 2015.

3rd IMSS 2015 telah membawa kesan yang  mendalam di hati para peserta. Walaupun sedikit kelelahan karena kegiatan Munas, namun berbagai manfaat bisa  didapatkan setelah mengikuti kegiatan nasional ISMKI ini. Tidak hanya bertemu orang baru, menimba ilmu baru, mendapat sudut pandang baru namun juga mendapat inspirasi baru. Tentu saja tidak terlepas dari kerjasama panitia 3rd IMSS 2015 dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang telah mengatur acara 5 hari ini secara apik dan antisipatif. Sebuah apresiasi yang besar pantas mereka dapatkan mengingat tidak mudahnya tugas sebagai tuan rumah IMSS. Terima kasih UB ! Terima Kasih ISMKI ! Terima kasih Indonesia ! Semoga kegiatan ini tidak hanya tertinggal di Malang saja, namun bisa menjadi bingkisan bagi institusi masing-masing untuk menambah semangat juang pergerakan mahasiswa Indonesia khususnya di bidang kesehatan. Aamiiin. (FIT)

3rd IMSS 2015 : Serunya Munas Hingga Megahnya Bromo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *